
Selasa, 13 April 2010
Profil Kota Cilegon
Kota Cilegon merupakan salah satu Kota di provinsi banten, secara geografis terletak antara 105o54 05 - 106o05 11 BT dan antara 5o52 24 - 6o04 07 LS, berbatasan dengan Selat Sunda disebelah barat, Kabupaten serang di utara, timur dan selatan. Luas wilayah Kota Cilegon 175,50 Km2.
Secara administratif, Kota ini terbagi menjadi delapan Kecamatan dan 43 Kelurahan. Pada tahun 2006 memiliki jumlah penduduk 331.667 jiwa yang terdiri dari 172.100 jiwa pria dan 159.567 jiwa wanita dengan tingkat kepadatan penduduknya sendiri mencapai 1.890 per Km2 dan laju pertumbuhan rata-rata sebesar 1,98%.
Kota Cilegon dikenal sebagai kota perindustrian dan merupakan pusat perindustrian di kawasan Banten bagian barat. Antara kilang-kilang yang terletak disini adalah krakatau steel sebuah syarikat yang penting di Indonesia yang merupakan keluli(sejenis aloi yang bahan utamanya besi) untuk keperluan perindustrian baik untuk penggunaan dalam negeri maupun untuk eksport dan PT. Asahimas Chemical. Banyaknya industri pengolahan di Kota ini sehingga jenis atau kegiatan pekerjaan yang digeluti penduduknya sebagian besar adalah kegiatan perdagangan, hotel, restoran yang banyak menyerap tenaga kerja.
Kota Cilegon ini juga memiliki berbagai sarana dan prasarana pendukung diantaranya jalan darat, terdapat dua pelabuhan yaitu Pelabuhan Banten-Merak, dan Pelabuhan Karangantu serta dukungan sarana pembangkit tenaga listrik, air, gas, dan telekomunikasi.
Sumber Data:
Banten Dalam Angka 2008
(01-10-2007)
PBS Provinsi Banten
Jl. Penancangan No.4 Serang 42124
Telp (0254) 202315
Fax (0254) 202315
Sumber :
http://regionalinvestment.com/sipid/id/displayprofil.php?ia=3672
Kota Cilegon
Baja merupakan industri primadona di Kota Cilegon. Nilai ekspornya mencapai US$ 228 juta. Selain itu kayu olahan juga menjadi konsentrasi industri kedua dengan nilai ekspor lebih dari US$ 36 juta dan kimia lebih dari US$ 18 juta. Tingginya nilai ekspor pada ketiga produk tersebut mengindikasikan bahwa pabrik-pabrik besar yang berada di Kota Cilegon banyak berkonsentrasi di tiga jenis barang. Adapun produk bahan mentah, minyak nabati dan hewani serta mesin dan alat mengangkutan diminati oleh semua ukuruan pabrik.
Konsentrasi wilayah usaha, banyak terdapat di kecamatan Jombang. Jumlahnya mencapai 156 usaha yang terdiri dari PT, CV, Koperasi dan usaha perorangan. Kecamatan Jombang juga merupakan sentral perdagangan baik pedagang besar, menengah dan kecil. Sekitar 128 pedagang terkumpul di sana. Konsentrasi tempat usaha yang lainnya terdapat di kecamatan Cilegon, Citangkil, Cibeber dan pulomerak. Adapun lokasi usaha yang paling sedikit berada di kecamatan Ciwanda.
Dari sisi tenaga kerja, kegiatan pekerjaan yang banyak digeluti oleh Penduduk Kota Cilegon pada tahun 2005 adalah kegiatan Perdagangan, Hotel dan Restoran merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni sebesar sejumlah 33.116 tenaga kerja. Selanjutnya Industri merupakan lapangan pekerjaan kedua yang banyak digeluti oleh penduduk, yakni sekitar 24,68 % atau sebesar 29.755 tenaga kerja.
Kota Cilegon
Kota Cilegon adalah sebuah kota di Provinsi Banten, Indonesia. Cilegon berada di ujung barat laut pulau Jawa, di tepi Selat Sunda. Kota ini dulunya merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Serang, kemudian ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 20 April 1999 ditetapkan sebagai kotamadya (sebutankotamadya diganti dengan kota sejak tahun 2001). Cilegon dikenal sebagai kota industri, dan menjadi pusat industri di kawasan Banten bagian barat. Kota Cilegon dilintasi jalan negara lintas Jakarta-Merak, dan dilalui jalur kereta api Jakarta-Merak. Kota Cilegon terdiri atas 8 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah desa dankelurahan.
Berdasarkan letak geografisnya, Kota Cilegon berada dibagian paling ujung sebelah Barat Pulau Jawa dan terletak pada posisi : 5°52'24" - 6°04'07" Lintang Selatan (LS), 105°54'05" - 106°05'11" Bujur Timur (BT). Secara administratif wilayah berdasarkan UU No.15 Tahun 1999 tentang terbentuknya Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon pada tanggal 27 April 1999, Kota Cilegon mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara: berbatasan dengan Kecamatan Bojonegara (Kabupaten Serang)
- Sebelah Barat: berbatasan dengan Selat Sunda
- Seblah Selatan: berbatasan dengan Kecamatan Anyer dan Kecamatan Mancak (Kabupaten Serang)
- Sebelah Timur: berbatasan dengan Kecamatan Kramatwatu (Kabupaten Serang)
Cilegon merupakan wilayah bekas Kewadenaan (Wilayah kerja pembantu Bupati KDH Serang Wilayah Cilegon), yang meliputi 3 (tiga) Kecamatan yaitu Cilegon, Bojonegara dan Pulomerak.
Berdasarkan Pasal 27 Ayat (4) UU No 5 tahun 1974 tentang Pokok Pokok Pemerintahan di Daerah, Cilegon kiranya sudah memenuhi persyaratan untuk dibentuk menjadi Kota Administratif. Melalui surat Bupati KDH Serang No. 86/Sek/Bapp/VII/84 tentang usulan pembentukan administratif Cilegon dan atas pertimbangan yang obyektif maka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1986, tentang pembentukan Kota Administratif Cilegon dengan luas wilayah 17.550 Ha yang meliputi 3 (tiga) wilayah Kecamatan meliputi Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan 1 Perwakilan kecamatan Cilegon di Cibeber ,sedangkan kecamatan Bojonegara masuk Wilayah kerja pembantu Bupati KDH Serang Wilayah Kramatwatu.
Berdasarkan PP No. 3 Tahun 1992 tertanggal 7 Februari 1992 tentang Penetapan Perwakilan Kecamatan Cibeber, Kota Administratif Cilegon bertambah menjadi 4 (empat) Kecamatan yaitu Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan Cibeber.
Dalam perkembangannya Kota Administratif Cilegon telah memperlihatkan kemajuan yang pesat di berbagai bidang baik bidang Fisik, Sosial maupun Ekonomi.
Hal ini tidak saja memberikan dampak berupa kebutuhan peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perlunya dukungan kemampuan dan potensi wilayah untuk menyelenggarakan otonomi daerah.
Dengan ditetapkannya dan disahkannya UU No. 15 tahun 1999 tanggal 27 April 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, status Kota Administratif Cilegon berubah menjadi Kotamadya Cilegon, dengan duet kepemimpinan Drs. H. Tb. Rifai Halir sebagai Pejabat Walikota Cilegon dan H. Zidan Rivai sebagai Ketua DPRD Cilegon.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Cilegon
Potensi Kota Cilegon
| Letak | 5°52′24″ - 6°04′07″ LS dan 105°54′05″ - 106°05′11″ BT |
| Luas wilayah | 17.550 Ha |
| Ketinggian | 0 – ~dpl |
| Batas wilayah | Utara berbatasan dengan Kecamatan Bojonegara (Kabupaten Serang) Barat berbatasan dengan Selat Sunda Selatan berbatasan dengan Kecamatan Anyer dan Kecamatan Mancak (Kabupaten Serang) Timur berbatasan dengan Kecamatan Kramatwatu (Kabupaten Serang) |
| Jumlah penduduk | 335.913 jiwa (data 2005) |
| Visi 2010 | Kota Mandiri dan Berwawasan Lingkungan |
| Walikota | H. Tb. Aat Syafa’at, S.Sos, M.Si |
| Wakil Walikota | Drs H Rusli Ridwan, M.Si |
Kota Cilegon terbentuk tahun 1999 berdasarkan UU No.15 Tahun 1999 tentang terbentuknya Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon pada tanggal 27 April 1999. Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) No.15 Tahun 2002 Tentang Pembentukan empat Kecamatan baru, wilayah Kota Cilegon yang semula terdiri dari empat kecamatan berubah menjadi delapan kecamatan, yaitu:
- Kecamatan Cilegon
- Kecamatan Ciwandan
- Kecamatan Pulomerak
- Kecamatan Cibeber
- Kecamatan Grogol
- Kecamatan Purwakarta
- Kecamatan Citangkil
- Kecamatan Jombang
Cilegon merupakan wilayah bekas Kewadenaan (Wilayah kerja pembantu Bupati KDH Serang Wilayah Cilegon), yang meliputi 3 (tiga) Kecamatan yaitu Cilegon, Bojonegara dan Pulomerak.
Berdasarkan Pasal 27 Ayat (4) UU No 5 tahun 1974 tentang Pokok Pokok Pemerintahan di Daerah, Cilegon memenuhi persyaratan untuk dibentuk menjadi Kota Administratif. Atas dasar ini, melalui surat Bupati KDH Serang No. 86/Sek/Bapp/VII/84 tentang usulan pembentukan administratif Cilegon dan atas pertimbangan yang objektif maka dikeluarkan Peraturan Pemerintah No. 40 tahun 1986, tentang pembentukan Kota Administratif Cilegon dengan luas wilayah 17.550 Ha yang meliputi 3 (tiga) wilayah Kecamatan meliputi Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan 1 Perwakilan Kecamatan Cilegon di Cibeber. Sedangkan Kecamatan Bojonegara masuk Wilayah Kerja Pembantu Bupati KDH Serang Wilayah Kramatwatu.
Berdasarkan PP No. 3 Tahun 1992 tertanggal 7 Februari 1992 tentang Penetapan Perwakilan Kecamatan Cibeber, Kota Administratif Cilegon bertambah menjadi 4 (empat) Kecamatan yaitu Pulomerak, Ciwandan, Cilegon dan Cibeber.
Menjadi Kotamadya Cilegon
Dalam perkembangannya Kota Administratif Cilegon telah memperlihatkan kemajuan yang pesat di berbagai bidang baik bidang fisik, sosial maupun ekonomi.
Hal ini tidak saja memberikan dampak berupa kebutuhan peningkatan pelayanan di bidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perlunya dukungan kemampuan dan potensi wilayah untuk menyelenggarakan otonomi daerah.
Dengan ditetapkannya dan disahkannya UU No. 15 tahun 1999 tanggal 27 April 1999 tentang pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon, status Kota Administratif Cilegon berubah menjadi Kotamadya Cilegon, dengan duet kepemimpinan Drs. H. Tb. Rifai Halir sebagai Pejabat Walikota Cilegon dan H. Zidan Rivai sebagai Ketua DPRD Cilegon. Seiring perkembangan waktu, Kota Cilegon semakin berkembang pesat.
Penduduk dan Perekonomian
Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir (1991-2005) jumlah penduduk Kota Cilegon tumbuh ebesar 47,18% (Dari 228.230 Jiwa Tahun 1991 Menjadi 335.913 Jiwa Tahun 2005). Perkembangan Jumlah Penduduk Kota Cilegon Pada Periode 2001-2005 Bergerak Secara Rata-Rata 2,66% Per Tahun. Masih Cukup Tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk Di Kota Cilegon Tersebut Terutama Dipengaruhi Oleh Peristiwa Migrasi Masuk (Pencari Kerja).
Jenis Atau Kegiatan Pekerjaan Penduduk Kota Cilegon Tahun 2005:
| No | Lapangan Usaha | 2003 | 2004 | 2005 | |
| 1 | Pertanian | 11.089 | 8.713 | 4.227 | |
| 2 | Pertanian & Pertambangan | 1.175 | 254 | 1.409 | |
| 3 | Industri | 24.324 | 34.300 | 29.755 | |
| 4 | Listrik, Gas, dan Air Bersih | 1.791 | 1.397 | 1.866 | |
| 5 | Bangunan | 5.562 | 9.011 | 8.616 | |
| 6 | Perdagangan, Hotel dan Restoran | 32.197 | 27.741 | 33.116 | |
| 7 | Angkutan dan Komunikasi | 13.474 | 11.976 | 18.740 | |
| 8 | Bank dan Lembaga Keuangan lainnya | 3.355 | 2.352 | 3.850 | |
| 9 | Jasa-jasa | 14.585 | 15.455 | 18.422 | |
| 10 | Lainnya | - | 381 | 556 | |
| JUMLAH | 120.557 | ||||
Sumber : Cilegon Dalam Angka 2005
Jenis atau kegiatan pekerjaan yang banyak digeluti oleh Penduduk Kota Cilegon pada tahun 2005 adalah kegiatan perdagangan, hotel dan restoran merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja, yakni sebesar sejumlah 33.116 tenaga kerja. Selanjutnya industri merupakan lapangan pekerjaan kedua yang banyak digeluti oleh penduduk, yakni sekitar 24,68 % atau sebesar 29.755 tenaga kerja.
Keberhasilan Pembangunan Bidang Perekonomian Dicerminkan Dari Perkembangan Indikator PDRB (Product Domestic Regional Bruto) dan LPE (Laju Pertumbuhan Ekonomi), yang mengindikasikan perbaikan, penguatan dan kemapanan daerah dalam penguatan struktur perekonomian daerah. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Cilegon pada tahun 2006 mencapai 3,8 Trilyun
Misi
- Mewujudkan pemerintahan yang demokratis melalui tata pemerintahan yang baik dan bersih (good and clean governance) dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
- Meningkatkan potensi perekonomian daerah melalui keseimbangan ekonomi skala besar dengan skala kecil dan rumah tangga.
- Memenuhi kebutuhan fasilitas kota yang mencakup fasilitas fisik dan non fisik.
- Mendorong kemandirian masyarakat melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia dan ditunjang dengan penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
- Mewujudkan keseimbangan dan keserasian tata ruang wilayah serta kelestarian lingkungan hidup.
- Menumbuhkembangkan budaya daerah serta kehidupan masyarakat Cilegon yang agamis dan religius.
Peluang Investasi
- Pembangunan Pelabuhan, pangsa pasar: Cilegon, Serang, Tangerang, Jakarta, Bekasi, Karawang, dll. (Competitive/Comparative dari reduksi transport cost).
- Pembangunan Industri Kimia Dasar.
- Pembangunan Industri Pengolahan.
- Pengolahan Laboratorium Pengendalian Pencemaran Lingkungan.
- Pembangunan Industri Air Bersih.
- Pembangunan Sarana dan Prasarana Kota.
- Pembangunan Kota Satelit.
- Pembangunan Jaringan Jalan.
- Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Pengelolaan Kota.
- Pengembangan Industri Pariwisata
Jaminan/Fasilitas:
- Regulasi.
- Keamanan.
- Kemudahan Perizinan.
- Tenaga Kerja.
Data Investasi Perkembangan Perusahaan PMA, PMDN, BUMS & BUMN Kota Cilegon Tahun 2007
| Perusahaan | Kecamatan | Nilai Investasi | Bidang Usaha | Jumlah |
| PMA | Ciwandan, Grogol, Pulo Merak, Cilegon | 61.732.577.736.000,- | Agro, Jasa, Kimia | 75 |
| PMDN | Ciwandan, Pulo Merak, Grogol, Citangkil, Cilegon | 3.794.863.151.500,- | Kimia, Agro, Jasa, Logam | 34 |
| BUMS | Ciwandan, Citangkil, Grogol | 2.879.202.209.000,- | Jasa, Listrik | 4 |
| BUMN | Ciwandan, Pulo Merak | 6.910.542.420.000,- | Logam, Listrik | 2 |
Ragam seni dan budaya yang berkembang di Cilegon adalah:
- Angklung Buhun
- Balbalan Gani
- Bendrong Lesung
- Debus
- Gacle
- Jaran Bilik/Kuda Lumping
- Marhaban
- Marawis
- Orkes Gambus
- Panjang Mulud
- Pantun
- Patingtung
- Pepetan Wewe
- Rampak Dayak
- Rampak Bedug
- Rebana (Ketimpring)
- Reog
- Pesta Nelayan
- Rudat
- Sulap Ala Banten
- Terbang Gede
- Ubrug
- Yalil (Buka Pintu)
- Seni baca al-Quran (Qira’at)
Rekreasi
Pantai Pulorida, Kelapa Tujuh, Pulomerak Besar, and Kecil terletak di Merak.
Wisata sejarah/budaya di Desa Wisata Dringo.
Waduk Krenceng terletak di Desa Kebonsari Kecamatan Ciwandan.
Gunung Gede terletak di Kecamatan Pulomerak.
Desa Cipala terletak di Lebak Gede Kecamatan Pulomerak.
Sumber:
http://www.koranbanten.com/2008/03/18/kota-cilegon/
18 Maret 2008
Cilegon Tolak PLTN
Menurutnya, gejolak yang dikhawatirkan muncul adalah penolakan dari masyarakat yang menilai nuklir akan membahayakan daerahnya. “Kata nuklir itu yang nantinya dapat meresahkan masyarakat, pasti masyarakat akan protes jika ada PLTN. Pokoknya Pemkot Cilegon tidak setuju adanya PLTN,” katanya.
Di lain pihak, Gubernur Banten Atut Chosiyah juga meminta pemerintah pusat agar PLTN tidak dibangun di daerah Bojonegara dan Pulau Panjang, Kabupaten Serang. Kedua daerah itu sedang diteliti kelayakannya oleh tim survei. “Alasannya, daerah Bojonegara itu dialokasikan untuk kawasan ekonomi khusus (KEK). Sedangkan Pulau Panjang juga direncanakan untuk kilang minyak,” katanya.
Gubernur Banten mengaku telah menerima jaminan dari para pakar di Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang menyatakan jika terjadi sesuatu yang merugikan masyarakat akibat dikembangkannya tenaga nuklir maka yang dirugikan adalah dunia secara umum. Dia membenarkan tim PLTN itu telah menyurvei empat lokasi, di antaranya Pulau Panjang dan Bojonegara.
Sekot Cilegon Edi Ariadi memaparkan, di Cilegon terdapat tiga pembangkit listrik yakni PLTU Suralaya, PLTGU Cilegon di Bojonegara dan pembangkit listrik milik PT Krakatau Steel. Ia menilai Cilegon sudah cukup menjadi daerah pembangunan industri dan pembangkit yang dimaksud.
“Kini pemerintah lebih condong kepada bagaimana membuat udara di Cilegon ini lebih kondusif. Sudah cukup dengan pembangkit-pembangkit dan deretan perindustrian. Kalau ada PLTN, sudah nantinya udara kotor, kami khawatir menjadi malapetaka bagi permukiman masyarakat dan kawasan industri yang sudah nampak padat. Saya takut ada ledakan nuklir seperti beberapa kejadian di negara lain,” ujarnya. (iman nur rosyadi)